BBWSBS Sebut Politis, Praktisi Hukum Pertanyaan Prosedur IMB Di Bantaran Sungai

SOLO, solopopuler.com – Menyebut politis setelah adanya bangunan milik mantan pejabat diatas sempadan sungai Bengawan Solo. Kata inilah disampaikan oleh Sub Koordinasi Perencanaan Operasi dan Pemeliharaan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWS BS), Herawati Anapurwaningsih.

” Wah ini politik, saya tidak mau jawab. No, comment,” jawabnya ketika ditanya lebih lanjut oleh awak media beberapa waktu lalu di Karanganyar.

BACA JUGA : 📱Bangunan Wilayah Sempadan Sungai Didapati Ada Milik Mantan Pejabat, BBWS BS : Aturan Boleh Tapi Sesuai Kaidah

Tidak dikatakan lebih jauh yang disampaikan. Namun ia tidak menampiknya tapi perihal bangunan diatas bantaran dikatakan banyak. Mengingat waktu itu agenda padat di Karanganyar, awak media berusaha mengkonfirmasi lain waktu. Namun untuk mengetahui perihal politis lebih jauh belum bisa bertemu Herawati. Meskipun dilalui secara prosedur memakan waktu lama. Salah satu staf BBWSBS bernama Alim kepada media menyampaikan pejabat tersebut sedang rapat, Senin (10/04/2023).

Ruang tunggu di kantor BBWS BS kawasan Pabelan, Kartasura. (Istimewa)

Secara terpisah, kalangan praktisi hukum salah satunya Dr MS Kalono, SH, MSi menilai tidak ada ketegasannya Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWS BS).

” Kalau tidak dimulai dari sekarang, mau kapan lagi. Apa menunggu peristiwa pidana atau korban akibat bangunan liar, ” terangnya.

BACA JUGA : 📱Bangunan Diatas Bantaran Sungai, Praktisi Hukum Sebut BBWS BS Terkesan Membiarkan

Melihat kondisi ini, BBWSBS harusnya punya keberanian untuk melakukan penertiban. Lebih lanjut, ia mempertanyakan bangunan megah yang berdiri di sempadan. Dalam hal ini diatas bantaran anak sungai bengawan maupun di Sungai Bengawan Solo.

” Apakah pendirian bangunan sudah memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB), ” ucapnya. (Agung Santoso)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *