Diskusi Munas IKA Uniba, Pemilih Cerdas Pemilu Berkualitas Dan Ajak Partisipasi Mahasiswa

SOLO, solopopuler.com, – Pemilih harus cerdas berpolitik agar proses dan hasil pemilu benar-benar berkualitas. Ini yang dikatakan pakar tata negara asal UNS, Sunny Ummul Firdaus. Sedangkan yang disampaikan ini dalam diskusi nasional bertajuk “Pemilu 2024 : Kepentingan Bangsa atau Oligarki?

” Pemilu untuk kepentingan bangsa dan negara atau oligarki ya tergantung rakyat, ” terangnya.

Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Batik (Uniba) Solo dalam rangka musyarah nasional (Munas) I, Sabtu (19/08/2023) pagi. (FOTO : Agung Santoso)

Selanjutnya, pemilih pemula kalangan mahasiswa harus cerdas didorong aktif. Dalam hal ini kontestasi politik lima tahunan. Namun disisi lain kontestasi ia menyoroti soal money politik.

” Sekarang masih berlaku tidak istilah maju tak gentar membela yang membayar, ” tanya dia didepan peserta diskusi di Gedung DPRD Solo.

Bila memang masih ada, ia mengatakan bisa ditolak uangnya. Sekaligus tidak dipilih calon yang memberi uang. Selanjutnya penekanan kesempatan dan peluang generasi disampaikan Ketua DPD II Partai Golkar Solo, Sekar Tandjung.

” Separuh lebih pemilih pada pemilu 2024 berusia di bawah 40 tahun. Artinya, anak muda memiliki peran penting dalam pemilu mendatang,” ujar dia.

Hal sama, politisi ini mengajak kalangan mahasiswa dalam berpolitik. Pada kesempatan itu beberapa politisi menjadi narasumber diskusi, Sabtu (20/08/2023). Acara ini digelar oleh Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Batik (Uniba) Solo dalam rangka musyarah nasional (Munas) I.

BACA JUGA : šŸ“±Deklarasi Dukung Prabowo,Golkar Kota Solo Buka Komunikasi Sayap Kepemudaan Partai Koalisi

” Saat ini, jumlah alumni Uniba Solo kurang lebih 10.000 orang. Mereka memiliki latar belakang pekerjaan yang berbeda-beda, ” kata Ketua IKA Uniba Solo, Sigit Sudibyanto.

Tema ini diskusi diambil sengaja dipilih karena menarik sehingga hasil diskusi menjadi edukasi peserta. Terlebih pemilu hanya tinggal beberapa bulan sehingga, masyarakat dan mahasiswa mampu berpikir logis. Dalam hal ini menentukan calon pemimpin masa depan. (Agung Santoso)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *