Komisi IV Sidak Rusa Taman Sriwedari Temukan Sehat Tapi Rawan Diperlakukan Sembarangan Oknum Pengunjung

SOLO, solopopuler.com – Inspeksi mendadak dilakukan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Solo terhadap puluhan rusa. Selama tiga bulan ini dilepasliarkan dikabarkan kondisinya kurus tidak terawat di Taman Sriwedari. Dalam hal ini Ketua Komisi IV DPRD Solo, Jajang Sumaryono Aji memastikan hewan herbivora sehat.

” Sidak hari ini, kita jumpai dalam keadaan sehat, dan gemuk, tidak kurus, ” ujarnya usai inspeksi, Jumat (24/03/2023).

Kalau kurus itu terlihat bentuk iganya seperti halnya kambing maupun sapi ketika kurus. Termasuk nafsu makannya tinggi karena pakan sayuran dibawanya dilahap. Artinya puluhan hewan ini dipastikan sehat.

Rusa diberikan makan sayuran disaat inspeksi mendadak Komisi IV DPRD Kota Solo di Taman Sriwedari. (istimewa)

” Saya tanyakan dinas terkait makanan sisa pengunjung, hanya dijilati. Contohnya pentol bakso. Meskipun dimakan, tapi pembungkusnya tidak dimakan, ” tandasnya.

Baca Juga : https://solopopuler.com/warga-setempat-prihatin-melihat-rusa-sriwedari-tidak-terurus/

Pihaknya berharap dipasang papan peringatan supaya tidak memberi pakan sembarang. Dan harus sepengetahun dinas terakait sehingga menghindari makanan mematikan hewan. Apalagi, beberapa hari ada konser musik di Taman Sriwedari.

” Sehingga penonton tidak memberi makanan sembarangan. Kalau perlu peringatan tegas dengan menuliskan pidananya ” ujarnya saat dikonfirmasi.

Menurutnya diatur pintu masuk dan keluar Taman Sriwedari. Hal ini untuk kewaspadaan rusa kecil diambil orang. Apalagi taman ini banyak mondar mandir kendaraan roda dua dan roda empat.

” Dari keterangan, ada petugas tiap hari datang memberi makan. Makanan ditaruh terpusat, ” terangnya.

Setelah selesai renovasi Taman Balekambang maka rusa ini dikembalikan asalnya. Namun akan dipikirkan kembali bila memang rusa kurang terawat ditempat asalnya. Pada kesempatan itu rombongan komisi membawa pakan disambut Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata, Aryo Windyandoko. (Agung Santoso)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *