Puncak Mudik Kedua Di Solo Meningkat Hingga Malam

SOLO, solopopuler.com – Kondisi arus di Kota Solo meningkat terutama batas kota pada puncak ke dua, Sabtu (29/04/2024) ini. Penggunaan jalan didominasi roda empat atau mobil pribadi tujuan balik. Hal ini disampaikan Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Solo, Ari Wibowo.

” Potensi kepadatan terjadi sore hingga malam hari ini, ” ujarnya.

Apalagi telah diprediksikan pemerintah puncak arus balik ke dua pada, Sabtu (29/04/2023). Hal ini setelah puncak pertama pada hari, Rabu (26/04/2023) lalu telah terlalu. Selanjutnya, batas kota ini terutama di wilayah Tanjung Anom dari Sukoharjo masuk Solo.

” Jalur ini mengarah ke pintu masuk Faroka tujuan Jakarta atau Jawa Barat, ” jelasnya.

Kendaraan pribadi mendominasi Kawasan Palang Joglo beberapa waktu lalu. (FOTO : Agung Santoso)

Sedangkan jalur ini bisa mengarah ke Tol Sawit, Boyolali maupun Tol Klodran, Karanganyar. Mobil melintas di jalur ini rata- rata bernomor polisi B, F, dan D. Kemungkinan dari arah Wonogiri, Sukoharjo dan Solo tujuan Jakarta dan Jawa Barat.

” Hari sebelum nya sempat menurun setelah puncak balik pertama. Tapi hari ini kembali meningkat, ” terangnya.

Selanjutnya pergerakan untuk wisata lokal meningkat karena ada tambahan liburan. Kunjungan primadona masyarakat masih Masjid Raya Seikh Sayid Solo dan Solo Safari. Wilayah ini masih padat sesuai jadwal shalat maupun tutup tempat tersebut.

” Oleh sebab itu, petugas masih bertugas untuk mengurai kepadatan, ” jelas Ari.

BACA JUGA : šŸ“±Ratusan Pemudik Tujuan Balik Jakarta Kembali Diberangkatkan Di Terminal Tirtonadi

Petugas mengurai seperti kepadatan di Solo Safari atau kawasan Jurug. Selain meluasnya tempat parkiran, ada pembangunan jembatan yang belum selesai. Termasuk kepadatan juga di tempat – tempat kuliner di Kota Solo.

” Himbauan kepada masyarakat untuk tetap mengoptimalkan jalan tol. Hal ini untuk menghindari macet di Kota Solo, ” ujarnya.

Kemudian potensi kepadatan besok Minggu karena mengejar selesainya liburan. Hal ini dilakukan pemudik yang berstatus karyawan swasta di kota-kota besar. (Agung Santoso)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *