Rekayasa Lalu Lintas Tidak Ada Perubahan Untuk Musim Mudik Lebaran Dan Kepadatan Tempat Wisata

SOLO, solopopuler.com – Tidak ada perubahan pada Manajemen Rekayasa Lalu Lintas (MRLL) di Kota Solo selama musim mudik Lebaran 2024. Seperti, manajemen lalu lintas di simpang Joglo atau kawasan pembangunan rel layang. Hal ini dikatakan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Solo, Taufiq Muhammad.

” Untuk joglo, kan ada 2 pintu perlintasan, yang Utara sudah ditutup total, ” terangnya.

Perempatan Ngemplak seputar Masjid Raya Sheikh Zayed padat kendaraan jelang lebaran. (Foto : Agung Santoso)

Kalau yang sebelah Selatan masih dibuka untuk pengendara Dengan demikian dari Jalan Pierre Tendean masih bisa berputar ke Jalan Kolonel Sugiono. Skema itu masih akan sama hingga 1 Mei 2024.

” Jalan tersebut untuk angkutan lebaran, ” tambahnya.

Bahkan pihaknya telah membuka jalan A. Yani yang melintasi Viaduk Gilingan. Hal ini guna mengoptimalkan perjalanan pemudik yang melintasi Kota Solo. Namun demikian, hanya kendaraan setinggi maksimal 4,2 meter yang bisa melintas.

“Kalau proyek Viaduk belum selesai, kami sudah cek di sana. Dengan catatan ketinggiannya 4,2 meter. Yang bisa masuk bus-bus AC,” kata dia.

BACA JUGA: 📱Infrastruktur Kota Solo Memadai Untuk Pemudik

Bahkan seperti tahun sebelumnya diprediksikan kepadatan justru terjadi di lokasi-lokasi wisata. Ia menyebut Masjid Sheikh Zayed sehingga membludak. Berikutnya juga pusat perdagangan seperti Pasar Klewer, PGS, Jalam Radjiman dan Gatot Subroto.

“Yang kami full kan di sana untuk petugas di sana Kami juga membangun posko di Masjid Zayed. Kami 24 jam mendapat tugas standby di sana,” jelas dia.

Selain itu, pihaknya juga bersiaga mengantisipasi pelanggaran lalulintas. Termasuk pengawasan angkutan barang, pelanggaran parkir dengan berpatroli. Lantas ia menghimbau kepada para pengguna kendaraan besar yang tidak berkepentingan di Kota Solo untuk langsung menggunakan jalan tol. (Agung Santoso)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *