Tujuh Suporter GK Tersangka, Polisi Berlakukan Izin Khusus Suporter GK

SOLO, solopopuler.com – Tindakan tegas dilakukan terhadap pelaku pengeroyokan sesama suporter Persis. Tujuh oknum suporter sebagai tersangkanya dari elemen GK. Hal ini diungkapkan Kepala Kepolisian Resort Kota (Kapolresta) Solo Komisaris Besar Polisi Saktiadi.

Tujuh tersangka oknum suporter GK saat diamankan di Mapolresta Solo, Jumat (07/07/2023) siang. (FOTO : Agung Santoso)

” Alasan para tersangka menyatakan bahwa terjadi gesekan sebelumnya antara GK dengan B6, ” jelasnya.

Namun itu hanya alasan dan mengarahkan tidak ada bukti. Hanya saja sempat terjadi keributan di tribun sehingga polisi diminta SSO mengamankan. Namun berlanjut setelah arak arakan usai laga selesai.

” kita arahkan anggota ke beberapa tempat. Beberapa lepas dari pengawasan kami,” katanya.

Ada beberapa tempat terjadi pengeroyokan melibatkan mereka. Berikut perampasan motor di sejumlah titik yakni depan RS Triharsi, depan UNS, dan Panggung Jebres. Selama penanganan kalau motor dikembalikan kepada korban.

” Sudah dikembalikan, ” terang Iwan saat konfrensi pers di Mapolresta Solo, Jumat (7/7/2023).

Mereka yang menjadi tersangka diantaranya AA (27) warga Solo. Kemudian pemudi inisial AZ (24), AT (21) warga Sukoharjo. Berikut juga SA (18), AC (19), VA (19), dan MF (18) warga Karanganyar.

” Kita akan tindak tegas kembali bila terjadi lagi. Mengingat, Indonesia dalam pengawasan FIFA paska tragedi Kanjuruhan, ” terangnya.

BACA JUGA : šŸ“±Tujuh Suporter Terlihat Pengeroyokan Dan Perampasan Ditahan, Gibran Usulkan Blacklist Suporter Rusuh

Bahkan pihaknya tidak akan segan-segan mengusulkan elemen suporter yang tidak tertib dihapuskan dari Stadion Manahan. Karena ada kepentingan lain lebih besar, daripada menghadirkan orang yang merusak situasi Manahan. ”  Walaupun itu statusnya pendukung, ” terangnya.

Saat ini, elemen suporter GK tengah dalam pengawasan pihak kepolisian. Iwan menuturkan, dalam laga kandang Persis Solo berikutnya, GK akan diperlakukan khusus jika masih diizinkan menonton.(

” Agar tidak memcoreng ketertiban suporter,” pungkasnya.

Sementara untuk tujuh orang tersangka, mereka terancam dijerat Pasal 170 ayat 2 k -1 KUHP. Hal ini tentang pengeroyokan dengan pidana penjara paling lama 7 tahun. (Agung Santoso)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *